Selasa, 06 Oktober 2015

KPOP

Alasan Remaja Indonesia Suka K-POP


Di masa ini, nggak jarang kita menemukan remaja yang lebih suka dengan musik barat ataupun K-POP dari pada musik dari dalam negri, apalagi remaja putri. Kalau sudah disebutkan satu band asal Korea Selatan, pasti aura fangirl langsung muncul begitu saja. Atau fans-fans lagu-lagu barat, yang lidahnya lebih terbiasa menyanyikan lagu pop dan western, dari pada lagu-lagu Indonesia.
Pendapat dari sebagian besar orang Indonesia terhadap remaja-remaja yang lebih suka dengan musik-musik negara lain kebanyakan negatif. Ada yang berpendapat, kalau mereka tidak menghargai budaya sendiri, meninggalkan budaya sendiri, benci dengan budaya sendiri, tidak bisa membatasi diri sendiri dan lain sebagainya. Ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah kesalahan orang tua saat mendidik anaknya, karena tidak bisa menumbuhkan kecintaan terhadap negara. Mari kita bicarakan lebih lanjut tentang hal ini.
Salah satu faktor yang membuat saya terkesan dengan entertainment K-POP adalah keprofesionalan perusahaan/industri entertainment Korea Selatan dalam menseleksi dan menghasilkan penyanyi profesional. Dalam dunia entertainment di Korea, ada masa di mana seorang calon penyanyi yang sudah melewati masa audisi, harus ditraining atau dilatih selama beberapa waktu. Ada yang dalam jangka bulan, bahkan tahun. Mereka dilatih untuk mengembangkan skill mereka dan juga menjadi penyanyi yang profesional. Ada juga yag dilatih dalam bidang entertainment lainnya seperti akting, rapp atau MC. Dengan begitu, penyanyi yang didebutkan memiliki kualitas yang baik.
Alasan kedua adalah totalitas industri entertainment di negeri itu dalam menghasilkan atau mendapatkan musik yang enak untuk didengar, bagaimana mereka membuat konsep album, atau music video yang bagus dan berkualitas. Pemaduan suara dalam satu grup band juga sangat diperhatikan, agar perpaduannya menjadi bervariasi, tapi tidak datar-datar saja atau tidak berantakan. Dan dalam boyband/girlband yang juga mengandalkan dance, mereka bisa mencari koreografer yang profesional untuk koreografi dance grup-grup tersebut, sehingga banyak orang merasa terkesan dan kagum dengan keselarasan musik dan dance yang dibawakan. Jika dari suara penyanyi bagus, musik/lagu yang dibawakan bagus, koreografi dance bagus dan music video bagus, pastilah jumlah viewers dan penyuka grup tersebut bertambah. Apalagi, dengan lirik lagunya yang memiliki arti yang tidak lebay.

Alasan berikutnya adalah totalitas para penyanyi, boyband atau girlband ketika mereka memberikan performance dalam suatu acara. Totalitas yang saya bicarakan mungkin berbeda dari yang orang lain pikirkan, bahkan mungkin berbeda dengan sesama fans K-POP. Banyak orang berfikir bahwa semua orang yang lipsync tidak bisa bernyanyi atau memiliki kualitas suara yang jelek, tapi hal itu berbeda dengan pendapat pribadi saya.

Biasanya, penyanyi solo tidak akan melakukan lipsync, kecuali kendala (yang biasanya) kesehatan. Tapi ada juga saat, ketika kita melihat lebih detail pada boyband atau girlband yang melakukan lipsync, biasanya mereka lebih menunjukkan ke performance dance mereka. Overall, mereka bisa membuat performance yang totalitas dalam satu hal yang difokuskan.

Alasan ke-empat, jarang sekali artis/boyband/girlband/penyanyi solo yang terlalu terbuka dengan kehidupan pribadinya kepada media. Kebanyakan dari mereka malah tidak suka membagi kehidupan yang menurut mereka sangat pribadi, seperti percintaan (membuka pada media hal-hal yang terjadi dalam kehidupan cinta pribadinya secara berlebihan), hal kecil yang dibesar-besarkan, atau yang lainnya. Hal itu membuat saya beranggapan bahwa mereka bisa memilah apa yang seharusnya diketahui oleh fans/orang lain dan apa yang hanya menjadi kehidupan prbadinya, sehingga menjadi lebih profesional dalam melakukan pekerjaanya.
 
everything is about KPOP Blogger Template by Ipietoon Blogger Template